"Semoga, sudah cukup dan jangan lagi." Doaku untuk Sriwedari yang kini sedang mendera hati. Hati ini sedikit banyak mulai cemas dengan keberlangsungan dan keberadaan Sriwedari. Alih fungsi sebagian lahan Sriwedari yang menjadi masjid raya mengusik hati ini. Ada sebuah tanya besar tentang keputusan itu. Kegelisahan inilah yang membawaku kembali pada acara Solo Sehalaman babak ketiga sekaligus pamungkas dari rangkaian Solo Sehalaman. Tema Ruang yang diberikan pada pertemuan ketiga ini membuatku tergugah untuk menuliskan tentang Sri…
Hampir 12 dekade sudah Sriwedari berdiri mengisi memori ingatan masyarakat Solo dari generasi ke generasi. Ingatan kolektif masyarakat Solo terhadap Sriwedari mengerucut pada dua hal yaitu tempat hiburan dan ruang berkesenian. Sejak awal pembangunannya, Sriwedari memanglah ditujukan untuk kedua hal itu. Sang Raja Besar dari Kasunanan meresmikan Sriwedari menggunakan sengkalan "Luwih Katon Esthining Wong". Hal ini seharusnya sudah menjadi penanda sekaligus pengingat bahwa Sriwedari tercipta untuk tempat hiburan dan ruang berkesenian…
Perjalananku kali ini lain dari biasanya. Bukan ke tempat yang instagramable ataupun ke tempat yang memiliki latar belakang sejarah. Bukan pula camping ke pantai ataupun pergi menemukan kedamaian di gunung. Perjalananku kali ini dipenuhi dengan kata-kata yang menjelma menjadi baris-baris kalimat candu untuk tetap menulis. Ya, kali ini aku berkesempatan untuk meningkatkan tulisanku dalam acara Solo Sehalaman. Babak pertama dari Solo Sehalaman sudah aku tuliskan pada tulisan sebelumnya. Bila pada pertemuan pertama menulis dengan tema Minggu…
Ingat Solo, ingat rupa-rupa kuliner yang bertaut mesra dengan langgam gaya hidup masa kini, dari angkringan pinggir jalan sampai kafedangan. Ingat Solo, ingat sungai-sungai yang tak lagi asyik buat ciblon dan mandi, seni rupa jalanan pelipur mata. Di Solo, telinga berdendang dengan bersama The Mudub, FISIP Meraung, Jungkat-Jungkit, Merah Bercerita. Kita juga membaca para pujangga Solo: Mas Marco Kartodikromo, Sapardi Djoko Darmono, Arswendo Atmowiloto, Wiji Thukul, Rendra. Solo juga tempatmu berfoto saat Solo Batik Carnival, Solo Internasi…
